Sabtu, 28 Desember 2013

Nasehat Memilih Jodoh


Dpt Note bagus dr seorg Sahabat 
(merindings bacanya) :

Bismillaah...

Sering ana sampaikan sebelumnya, bahwa seorang lelaki yang sholih, jumlahnya teramat sedikit, apalagi para lelaki penuntut 'ilmu yang sholih, yang hatinya terpaut kepada majelis-majelis ilmu, dan jika dia berumah tangga, maka dia akan mengajak istrinya lebih mengutamakan 'ilmu daripada dunia, setiap ada kesempatan ta'lim atau dauroh, dia mengajak istrinya untuk menghadirinya, membimbing istrinya di atas titian 'ilmu, melindungi istrinya dari sengsaranya dunia, dan sengsaranya akhirat, menjauhkan istrinya dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu

Wahai muslimah, jumlah lelaki sholih itu teramat sedikit... hingga engkau sendiri merasakannya, jangan tertipu, jangan membiarkan dirimu terlena akan janji-janji manis lelaki, kenalilah kesholihannya dengan benar di dunia nyata, bukan dari dunia maya, tidak ada kejelasan mengenali kesholihan dari dunia maya. Wahai wanita bersungguh-sungguhlah dalam berdo'a, memohon petunjuk akan jalan yang lurus, sehingga lurus pula hatimu, ridho akan semua ketetapan dari Robb-mu.

Banyak lelaki yang menyerupai ahlus sunnah, maka kenalilah ahlus sunnah yang sebenarnya, jangan sampai engkau tertipu dan salah memilih, ahlus sunnah bukan hanya dari pakaian, bukan hanya dari perkataan, namun dari perbuatan dan persaksian dari ahlus sunnah lainnya, bahwa fulan adalah ahlus sunnah... ahlus sunnah tidak menyendiri, dia akan berkumpul bersama ahlus sunnah lainnya, sebagaimana berkumpulnya burung-burung dengan sejenisnya.

Wahai muslimah, kehidupan duniamu teramat singkat untuk engkau merusaknya, waktumu di dunia teramat singkat untuk engkau mengumpulkan pahala, sedang kalian yakin dengan pasti bahwa kalian adalah penghuni neraka terbanyak, penghuni surga paling sedikit, maka laluilah sisa hidupmu dengan seorang lelaki yang sholih yang mampu membimbingmu dalam ibadah dan amalmu, berjalan bersama meraih jannah di atas titian sunnah, jangan salah memilih... jangan salah memilih...
 
---------------------------

Rabu, 25 Desember 2013

Hukum pake Smile, Stiker, Ekspresi Wajah, dll












Hukum Menggunakan Smile atau Ekspresi Wajah 
 
Kategori: Fiqh Diterbitkan pada 21 September 2013
 
(Fatwa Asy-Syaikh Doktor Sa'ad Al-Khotslaan hafizohulloh, anggota Kibar Ulama Arab Saudi)
Pertanyan :

ما حكم استخدام الوجوه التعبيرية المعروفة ب( الفيسات) في وسائل التقنية الحديثة ؟

 

"Apakah hukum menggunakan gambar ekspresi wajah yang dikenal dengan (face) dalam sarana tekhnologi modern?"
Jawab :

الذي يظهر أنه لابأس بذلك ؛ وذلك لأنها ليست صورا بالمعنى الشرعي وإنما هي مجرد رموز يؤتى بها للتعبير عن جملة من الكلام .. ، ثم على تقدير أنها صورة فقد ذكر الفقهاء أن الصورة إذا قطع منها ما لا تبقى معه الحياة فلا تكون محرمة ، وقد قال ابن عباس رضي الله عنهما " الصورة الرأس ، فإذا قطع الرأس فلا صورة " وقد روي مرفوعا  ، قال الموفق ابن قدامة رحمه الله : (وإن قطع منه ما لا يبقى الحيوان بعد ذهابه كصدره أو بطنه أو جعل له رأس منفصل عن بدنه لم يدخل تحت النهي لأن الصورة لا تبقى بعد ذهابه فهو كقطع الرأس ( المغني 8/111)  . والله أعلم

"Yang nampak adalah tidak mengapa hal tersebut. Hal ini karena gambar-gambar ekspresi wajah tersebut bukan gambar (makhluk hidup-pen) menurut syari'at, akan tetapi hanyalah sekedar simbol-simbol (rumus-rumus) yang didatangkan untuk mengekspresikan sejumlah perkataan…
 
Kemudian kalaupun itu adalah gambar (makhluk hidup-pen) maka para fuqoha (ahli fikih) telah menyebutkan bahwasanya gambar jika telah dipotong/dihilangkan darinya apa yang kehidupan tidak mungkin tanpanya maka tidaklah haram. Ibnu Abbas radhiallahu 'anhumaa telah berkata, "Gambar adalah kepala, maka jika telah dipotong/dihilangkan kepalanya maka hilanglah (hakekat) gambar", dan juga ini telah diriwayatkan secara marfu'. Al-Muwaffaq Ibnu Qudaamah rahimahullah berkata : "Jika dipotong bagian yang hewan tidak bisa hidup tanpanya dengan dihilangkannya –seperti dadanya atau perutnya- atau dijadikan kepala yang terpisah dari badannya maka tidak masuk dalam larangan, karena gambar (makhluk hidup-pen) tersebut tidak tersisa (hakekatnya-pen) setelah dihilangkan bagian tersebut. Maka jadilah seperti pemotongan kepala" (al-Mughni 8/111), Wallahu A'lam. (Sumber : http://www.saad-alkthlan.com/text-875)
 
Catatan : Penggunaan gambar-gambar ekspresi wajah diperselisihkan oleh para ulama, karenanya tentu meninggalkannya lebih baik agar keluar dari khilaf para ulama. Kalaupun menggunakannya maka hendaknya jangan menggunakan gambar-gambar ekspresi wajah yang menunjukkan kurangnya rasa malu seseorang. Wallahu A'lam

Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 15-11-1434 H / 21 September 2013 M
Abu Abdil Muhsin Firanda
 

www.firanda.com

Kamis, 12 Desember 2013

Yang Mau Menikah, Hafalin ya Do'a ini...



Cara Melindungi Anak sebelum Kelahiran
Cara melindungi anak sebelum kelahiran adalah berdoa sebelum masuk ke kamar pengantin, saat pernikahan dan berdoa ketika hendak jima’. Disunnahkan setelah akad nikah untuk masuk ke tempat istri, memegang ubun-ubunnya dan berdoa:


اللّهَمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَمَا جَبَلْتَهَا عَلَيِهِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا مَاجَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

“Ya Allah aku memohon kepada-Mu kebaikan istriku dan kebaikan yang Engkau ciptakan kepadanya dan aku berlindung dari kejelekkannya dan kejelekan yang Engkau ciptakan kepadanya” (HR. Abu Dawud dengan sanad hasan dari Amr bin Syua’ib dari ayahnya dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Bila salah seorang dari kalian membeli seorang budak, hendaklah ia mengucapkan:

اللّهَمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَمَا جَبَلْتَهَا عَلَيِهِ وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا مَاجَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Ketika mendatangi (jima’) dianjurkan membaca doa:

بِسْمِ اللهِ اللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yang akan Engkau anugerahkan kepada kami.”

Dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Bila kalian membaca doa tersebut ketika hendak mendatangi istri, kemudian mempunyai anak, setan tidak bisa memberi bahaya sedikit pun.” (HR. Al-Bukhari 9/228 dan Muslim 10/5).

Sumber: Tarbiyatul Abna’ (terj.), Syaikh Musthofa al-Adawi, Media Hidayah

diambil dari page Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia

Rabu, 04 Desember 2013

Hak-Hak Allah di Pagi Hari



HAK ALLAH DI PAGI HARI

"Barangsiapa yang bangun di pagi hari & hanya dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak-hak Allah dalam dirinya (tidak berdzikir) maka Allah akan menanamkan 4 penyakit :

  1. kebingungan yang tiada putus- putusnya,
  2. kesibukan yang tidak pernah ada ujungnya,
  3. kebutuhan yang tidak pernah terpenuhi, 
  4. khayalan yang tidak berujung."  (HR. Imam Thabrani)

Hak-hak Allah di pagi hari :
  1. Bersyukur dengan membaca doa bangun tidur.
  2. Qiyamullail bila bangun sebelum subuh
  3. Shalat subuh berjama'ah di masjid
  4. Tilawah Al Quran 
  5. Dzikir pagi (Al Ma'tsurat)
  6. Shalat dhuha

Semoga kita bisa melaksanakan hak-hak Allah